Struktur surat lamaran kerja harus memiliki informasi yang menjelaskan seputar diri sendiri dan kemampuan diri.
Struktur surat lamaran kerja juga harus berisi informasi seputar alasan seseorang melamar pekerjaan dan bukti dia cocok pada posisi tersebut.
Membuat struktur isi surat lamaran kerja terkadang akan sedikit membingungkan bagi para pencari kerja yang baru.
Banyak dari mereka akan membuat surat lamaran kerja tanpa detail yang jelas sehingga akan sulit untuk dipahami oleh seorang HRD.
Hal tersebut tentu akan menjadi nilai minus dalam proses penerimaan karyawan. Sehingga bisa menyebabkan kurangnya minat HRD pada pelamar.
Lalu bagaimana cara membuat struktur yang baik dalam surat lamaran kerja? Dan informasi apa saja yang wajib masuk kedalamnya?
Berikut ini terdapat beberapa informasi wajib seputar struktur surat lamaran kerja, serta jenis dan contoh dari sebuah surat lamaran kerja.
Ayo catat informasi penting berikut ini untuk dimanfaatkan dalam proses mencari kerja kedepannya!
Baca Juga : 8 Kemudahan Setelah Beralih Ke Absensi Online Bagi Perusahaan
Table of Contents
Struktur Surat Lamaran Kerja
Setiap surat yang ditulis untuk kepentingan formal pasti memiliki struktur saat pembuatan isi didalamnya.
Struktur ini sendiri berfungsi untuk menyatukan berbagai informasi penting agar bisa menjadi satu informasi yang jelas pada setiap surat yang ada.
Penggunaan struktur diperlukan agar surat menjadi lebih rapi, sehingga para pembaca bisa tau tujuan utama dalam pengiriman surat tersebut.
Sama halnya dengan surat yang lainnya, informasi dalam struktur surat lamaran kerja juga harus bertahap dan tidak boleh dicampur satu sama lain.
Hal ini dilakukan agar HRD bisa mencerna semua informasi penting seputar kelebihan dari pelamar dengan sangat baik.
Terdapat 6 bentuk struktur utama yang menjadi bahan pelengkap pada isi sebuah surat lamaran kerja.
Berikut adalah 6 struktur surat lamaran kerja tersebut, serta alasan pentingnya penggunaan 6 struktur ini dalam surat lamaran kerja.
1. Informasi Perusahaan Penerima
Baris pertama surat lamaran kerja harus mendeskripsikan nama perusahaan penerima surat dan pihak yang menerimanya.
Hal ini dilakukan agar tujuan penerima surat menjadi jelas, sehingga perusahaan akan membaca isi dalam surat tersebut.
Jika surat tidak memiliki nama penerimanya, maka kemungkinan besar surat itu tidak akan dibaca isi di dalamnya.
Pelamar bisa memasukkan nama perusahaan, jabatan penerima surat, dan alamat singkat perusahaan untuk memperjelas penerima saat mengirim surat lamaran kerja mereka.
2. Biodata Lengkap Diri Sendiri
Struktur lain yang juga menjadi hal utama dalam surat lamaran kerja adalah memasukkan biodata diri yang lengkap.
Surat lamaran kerja bisa diibaratkan sebagai perkenalan pertama sebelum HRD melihat CV atau berkas pendukung lainnya.
Maka dari itu, utamakan informasi seputar diri sendiri seperti nama, alamat, pendidikan, dan lain sebagainya.
Biodata diri juga berfungsi untuk memberikan informasi seputar kualifikasi yang sesuai dengan posisi yang ada.
3. Tujuan Surat Lamaran Kerja
Semua jenis surat akan terasa kosong jika tidak ada struktur atau bagian yang mendeskripsikan tujuan surat tersebut dikirim.
Pada surat lamaran kerja, pelamar bisa mendeskripsikan informasi seputar asal mula dia mengetahui lowongan kerja dan alasan dia tertarik untuk melamar.
Mendeskripsikan tujuan dalam surat lamaran kerja juga bisa menjelaskan pada HRD bahwa seorang pelamar memiliki minat yang kuat dalam posisi tersebut.
Menulis tujuan surat juga bisa membantu HRD dalam memahami proses pelamar dalam mencari informasi kerja. Sehingga bisa saja dijadikan prioritas dalam seleksinya.
4. Pengalaman dan Kualifikasi Kerja
Surat lamaran kerja juga harus memiliki penjelasan seputar pengalaman kerja dan kualifikasi yang sesuai dengan keperluan kerja sebuah posisi.
Hal ini harus masuk dalam struktur surat lamaran kerja karena akan menjadi penilaian paling tinggi dalam proses seleksi nantinya.
Pelamar bisa mendeskripsikan berbagai pengalaman secara singkat pada paragraf di dalam isi surat lamaran kerja.
Pengalaman yang dipilih bisa berupa magang, pelatihan, atau pekerjaan sebelumnya yang sesuai dengan kebutuhan posisi tertentu.
5. Lampiran Berkas Pendukung
Seorang HRD membutuhkan bukti nyata terhadap semua keunggulan yang dijelaskan pada sebuah surat lamaran kerja.
Maka dari itu, jangan lupa untuk mendeskripsikan list berkas yang akan dilampirkan pada satu paragraf di surat lamaran kerja.
Selanjutnya, pelamar juga wajib memasukkan berkas lampiran lain yang sudah ditulis dalam surat lamaran kerja tersebut di samping atau bawah surat lamaran kerja.
Berkas yang bisa menjadi pendukung tersebut bisa berupa CV, portofolio, sertifikat, atau berkas lainnya yang sesuai dengan posisi kerja.
6. Penutup Surat Lamaran Kerja
Setelah menulis berbagai informasi yang jelas dan ringkas dalam isi surat lamaran kerja, maka tahap terakhir adalah membuat penutup surat.
Pada sebuah penutup surat lamaran kerja, pelamar wajib memberitahukan kembali minatnya dan harapan mereka untuk bergabung.
Hal ini bisa menjadi penguat struktur surat dan juga bisa menjadi tanda bahwa pelamar siap untuk lanjut tahap seleksi selanjutnya.
HRD juga akan menghargai keinginan pelamar jika membaca penutup surat yang bagus dan berkesan bagi mereka.
Baca Juga : Simpel! Ini Cara Perhitungan Gaji Para Freelancer Paling Cepat
Jenis Surat Lamaran Kerja
Setelah mengetahui beberapa struktur surat lamaran kerja, maka hal lain yang perlu diketahui adalah jenis dari surat lamaran kerja itu sendiri.
Pembuatan surat lamaran kerja juga memiliki jenis yang akan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan dari para pelamar kerja saat ini.
Jenis-jenis surat lamaran kerja ini biasanya akan mengikuti sistem penerimaan karyawan baru pada sebuah perusahaan.
Berikut ini terdapat 3 jenis surat lamaran kerja jika dilihat dari beberapa kondisi tertentu!
1. Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Bentuknya
Terdapat dua jenis surat lamaran kerja jika dilihat dari bentuknya, dua jenis tersebut yaitu jenis surat gabungan dan jenis surat terpisah.
Jenis surat gabungan adalah jenis yang menggabungkan semua surat lamaran kerja dengan berbagai berkas lainnya pada satu file.
Sedangkan jenis surat terpisah memiliki struktur file yang terpisah antara surat lamaran dan berkas lainnya.
2. Surat Lamaran Kerja Berdasaran Pengirimannya
Surat lamaran berdasarkan proses pengirimannya juga memiliki dua jenis. Dua jenis tersebut yaitu pengiriman tradisional dan pengiriman online.
Pengiriman tradisional merupakan jenis pengiriman surat lamaran yang dilakukan dengan cara langsung mendatangi kantor/perusahaannya.
Sedangkan pengiriman online merupakan jenis pengiriman yang cukup melalui situs website atau aplikasi pendukung yang menyediakan lowongan kerja.
3. Surat Lamaran Kerja Berdasarkan Jaringannya
Jenis surat lamaran kerja berdasarkan jaringan ini dinilai dari alur surat lamaran kerja diterima.
Terdapat dua jenis jaring dalam prosesnya, yaitu proses refferal dan networking.
Alur refferal adalah jenis alur pengiriman surat lamaran kerja melalui rekomendasi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.
Sedangkan alur networking adalah jenis alur yang diperoleh dari hasil komunikasi dan berbagi informasi dengan karyawan perusahaan.
Baca Juga : 5 Langkah Penting Untuk Meyakinkan HRD Saat Interview Kerja
Contoh Surat Lamaran Kerja
Membuat surat lamaran kerja pada dasarnya sangat mudah jika seseorang sudah mengerti isi dari struktur lamaran kerja tersebut.
Maka dari itu, para pelamar kerja harus mehami cara membangun struktur dasar dari surat agar bisa lolos dalam seleksi berkas lowongan pekerjaan.
Berikut ini terdapat satu contoh surat lamaran kerja yang bisa menjadi referensi untuk proses melamar kerja :
Atau download file surat lamaran kerjanya disini